Wednesday, November 14, 2018

Sejarah Sumatra Barat (Minangkabau)

Sumatra Barat adalah Profinsi yang mempunyai sejarah panjang, yang mana sejarahnya mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Minangkabau.


Siapa yang tidak mengenal suku minang? suku ini merupakan salah satu suku yang terkenal dengan cerita rakyatnya yang melegenda diseluruh tanah air ini.terletak di Sumatra barat salah satu profinsi yang terletak dipesisir pulau sumatra dan Padang sebagai ibu kota sumatra barat.

sejarah bermula pada masa kerajaan Adityawarman, yang merupakan tokoh penting Minangkabau. beliau seorang raja yang tidak ingin disebut raja, selain itu beliau yang memperkenalkan sistem kerajaan di sumatera barat.

Agama Islam sebagai nilai baru tersebut berkembang dikalangan masyarakat dan berangsur angsur mendominasi masyarakat minangkabau yang sebelumnya didominasi agama budha. Melirik sejarah singkat Minangkabau adalah salah satu desa yang berada dikawasan kecamatan Sungayang, tanah Datar,Sumatra barat, desa tersebut awalnya tanah lapang . Namun karena adanya isu yabg berkembang bahwa kerajaan pagaruyuan akan diserang kerajaan majapahit dari daerah jawa maka terjadilah peristiwa adu kerbau atau asal usul kedua pihak. kerbau minangkabau berhasil memenangkan perkelahian maka muncul kata manang kabau yang selanjutnya dijadikan nama nagari atau desa tersebut.

Dan beberapa pertanyaan bahwa alat transportasi yang digunakan untuk menelusuri dataran tinggi minangkabau adalah kerbau. Alasan menggunakan kerbau karena agama yang dipercaya waktu itu diajarkan untuk menyayangi binatang gajah,kerbau dan lembu. karena ajaran itu masyrakat menggunakan transportasi kerbau.

Bukti arkeolog mengatakan bahwa daerah kawasan Minangkabau yaitu Lima Puluh Koto merupakan daerah yang dihuni untuk pertama kali oleh nenek moyang orang Sumatera diperkirakan berlayar melalui rute ini dan sebagian menetap dan mengembangkan peradaban disekitar Lima Puluh Koto tersebut.

Terbukanya Propinsi Sumatera Barat terhadap dunia luar menyebabkan kebudayaan yang semakin berkembang oleh bercampurnya para pendatang. Jumlah pertumbuhan penduduk ke berbagai lokasi Sumatera Barat. Sebagian menyebar ke selatan dan sebagian kebagian barat Sumatera.
Jatuhnya kerajaan Pagaruyuang dan terlibatnya negara Belanda di Perang Padri, menjadikan daerah pedalaman Minangkabau menjadi bagian dari Pax Nerderlandica oleh pemerintah Hindia Belanda. Kemudian daerah Miangkabau dibagi menjadi Residentie Padangsche Bovenlanden serta Benedenlanden.

Pada zaman VOC, Hoofdcomptoir van Sumatra’s westkust merupakan sebutan untuk wilayah pesisir barat Sumatera. Hingga abad ke – 18, Propinsi Sumatera Barat semakin terkena pengaruh politik dan ekonomi akhirnya kawasan ini mencangkup daerah pantai barat Sumatera. Kemudian mengikuti perkembangan administratif pemerintah Belanda, kawasan ini masuk dalam pemerintahan Sumatra’s Westkust dan di ekspansi lagi mengabungkan Singkil dan Tapanuli.

Selanjutnya masa pendudukan Jepang dikawasan ini, Residen Sumatra’s Westkust berganti nama dengan bahasa Jepang yaitu Sumatoro Nishi Kaigan Shu kemudian digabung kewilayah Rhio Shu. Sampai awal kemerdekaan negara Republik Indonesia 1945, daerah Sumatera Barat digabungkan dengan Propinsi Sumatera Barat yang berdomisili di Bukittinggi. Tahun 1949 Propinsi Sumatera mengalami perpecahan menjadi 3 kawasan, yakni Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah yang mencangkup Sumatera Barat, Jambi dan Riau.

Wilayah , Suku dan Bahasa yang digunakan Sumatera Barat
Penduduk Sumatera Barat dihuni oleh mayoritas oleh suku Minangkabau. Selain suku Minang, diwilayah Pasan dihuni oleh Suku Mandailing dan suku Batak. Awal munculnya penduduk suku tersebut pada abad ke 18 masa Perang Paderi. Daerah Padang Gelugur, Luang Silaut dan Sitiung yang merupakan daerah transmigasi terdapat juga suku Jawa. Sebagian di daerah tersebut terdapat penduduk Imigran keturunan Suriname yang kembali memilih pulang ke Indonesia pada akhir 1950 an.

Para imigran tersebut ditepatkan di daerah Sitiung. Mayoritas penduduk suku Mentawai juga berdomisili di kepulauan Mentawai dan sangat jarang di temui penduduk suku Minangkabau. Beberapa suku lainnya seperti etnis Tionghoa memilih menetap di Kota – kota besar seperti Bukittinggi, Padang dan Payakumbuh. Suku Nias dan Tamil sendiri berada di daerah Pariaman dan Padang walaupun dalam jumlah yang sedikit.(TGA)

demikian sejarah singkat tentang sumatra barat semoga menambah pengetahuan buat kita semua sekian dari saya tunggu update selanjutnya dari saya.


EmoticonEmoticon